Cara Mengaktifkan Virtualization Technology melalui BIOS, Ternyata Gampang

Achmad Fachrur Rozi

Cara Mengaktifkan Virtualization Technology melalui BIOS

Pondokgue.com – Cara mengaktifkan virtualization technology melalui BIOS mungkin akan segera kalian butuhkan. 

Pada tutorial ini, kita akan membahas cara mudah mengaktifkan teknologi virtualisasi melalui BIOS. Sebelum itu, mari kita memahami dasar-dasar dari teknologi virtualisasi.

Apa itu Virtualization Technology? 

Teknologi virtualisasi memungkinkan sebuah prosesor memiliki beberapa “prosesor” di mana setiap “prosesor” dapat menjalankan sistem operasi yang berbeda beserta programnya secara bersamaan. Setiap sistem operasi ini berjalan pada mesin virtual atau CPU virtual.

Fungsi Teknologi Virtualisasi

Teknologi virtualisasi melalui BIOS adalah fitur yang memungkinkan komputer untuk menciptakan lingkungan virtual yang memungkinkan menjalankan sistem operasi dan aplikasi tambahan secara terisolasi pada komputer yang sama. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari teknologi virtualisasi melalui BIOS:

Isolasi Lingkungan

Teknologi virtualisasi memungkinkan pembuatan lingkungan terisolasi, dikenal sebagai mesin virtual. 

Setiap mesin virtual dapat menjalankan sistem operasi, aplikasi, dan konfigurasi yang berbeda, tanpa saling mempengaruhi satu sama lain atau sistem utama.

Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Dengan menggunakan teknologi virtualisasi, sumber daya komputer seperti CPU, RAM, dan penyimpanan dapat digunakan secara efisien dengan berbagi di antara beberapa mesin virtual. 

Hal ini memungkinkan penggunaan optimal dari perangkat keras fisik.

Uji Coba dan Pengembangan Aplikasi

Pengembang perangkat lunak dapat menggunakan mesin virtual untuk menguji dan mengembangkan aplikasi di lingkungan terisolasi sebelum menerapkannya pada sistem operasi utama. 

Baca Juga:   Begini Cara Mematikan Antivirus Windows 10

Hal ini membantu mencegah potensi kerusakan atau masalah yang mungkin timbul saat pengembangan.

Kontainerisasi Aplikasi

Teknologi virtualisasi juga digunakan untuk menciptakan kontainer atau wadah yang memungkinkan pengemasan dan pengiriman aplikasi secara independen. 

Setiap kontainer berisi aplikasi, dependensi, dan konfigurasi yang dibutuhkan, tetapi berjalan di atas sistem operasi utama yang sama.

Manajemen Rantai Suplai Perangkat Lunak

Perusahaan dapat menggunakan teknologi virtualisasi untuk mengelola dan mendistribusikan perangkat lunak melalui mesin virtual. 

Hal ini dapat mempermudah pengelolaan dan pemasangan perangkat lunak pada sejumlah besar sistem tanpa harus menginstal secara fisik pada setiap perangkat.

Penghematan Biaya dan Energi

Dengan memungkinkan konsolidasi server fisik, teknologi virtualisasi membantu mengurangi biaya dan konsumsi energi dengan mengoptimalkan penggunaan perangkat keras fisik.

Dengan demikian, teknologi virtualisasi melalui BIOS membantu memaksimalkan efisiensi penggunaan perangkat keras, meningkatkan fleksibilitas dan keamanan, serta memfasilitasi manajemen sistem yang lebih efektif.

Saat ini, ada beberapa perangkat lunak seperti VirtualBox dan VMware yang mampu menciptakan teknologi virtualisasi ini. 

Dengan teknologi ini, Anda dapat menjalankan dua sistem operasi secara bersamaan, misalnya Windows dan Linux.

Dengan mengaktifkan teknologi virtualisasi, Anda dapat meningkatkan kinerja dan menjalankan sistem operasi lain di dalam sistem operasi Anda yang sebenarnya melalui mode virtual. 

Misalnya, Anda dapat menginstal perangkat lunak virtualisasi di sistem operasi Windows, lalu menjalankan sistem operasi lain seperti Linux di dalamnya. 

Selain itu, jika Anda ingin menginstal sistem operasi lain di dalam sistem operasi utama Anda, Anda perlu membagi kapasitas RAM dan HDD Anda untuk sistem operasi baru tersebut.

Untuk dapat menggunakan teknologi ini, pastikan PC Anda mendukung fitur ini. 

Pada dasarnya, Anda harus mengaktifkan teknologi virtualisasi pada PC Anda jika belum aktif. 

Baca Juga:   Cara Membuat Virtual Memory di Windows 10

Untuk memastikan apakah teknologi virtualisasi sudah aktif atau belum, Anda dapat memeriksanya melalui BIOS. 

Berikut penjelasan lebih lanjut.

Cara Mengaktifkan Virtualization Technology Melalui BIOS

BIOS (Basic Input Output System) merupakan program mikroprosesor yang digunakan oleh komputer untuk menjalankan sistem dasar.

Anda dapat memeriksa apakah komputer Anda mendukung teknologi virtualisasi melalui BIOS. 

Berikut cara mengaktifkan virtualization technology melalui BIOS:

Masuk ke BIOS

Tekan tombol F2 atau tombol lain yang sesuai (sesuai dengan komputer Anda) untuk masuk ke BIOS komputer Anda.

Buka Tab Advanced

Setelah masuk ke BIOS, buka tab “Advanced“. Di sana, Anda akan menemukan fitur “Intel Virtualization Technology“. 

Pastikan “Intel Virtualization Technology” berstatus “Enabled“.

Aktifkan atau Nonaktifkan Intel Virtualization Technology

Tekan Enter pada “Intel Virtualization Technology” untuk mengubah statusnya menjadi “Enabled” atau “Disabled“. 

Setelah memilih “Enabled” atau “Disabled”, tekan Enter lagi untuk menyimpan perubahan Anda.
Ingat, jika Status “Enabled” berarti Intel Virtualization Technology aktif, sementara status “Disabled” berarti Intel Virtualization Technology tidak aktif.

Simpan Perubahan dan Keluar 

Setelah Anda memastikan “Intel Virtualization Technology” berstatus “Enabled”, saatnya untuk keluar dari BIOS. 

Pilih tab “Save & Exit“, tekan Enter pada opsi “Save Changes and Exit“, lalu pilih “Yes“. Atau tekan F10 pada keyboard Anda untuk “Save & Exit“.

Demikian cara mengaktifkan virtualization technology melalui BIOS yang dapat dicoba sendiri di rumah. Ternyata gampang, kan? 

Achmad Fachrur Rozi

An adaptable and enthusiastic content writer with a strong background in Journalism. Craving for everything about SEO and digital marketing

Tags

Related Post

Leave a Comment