PondokGue.com — ASUS Gathering Yogyakarta — Persaingan laptop di Indonesia sekarang tidak lagi sekadar soal prosesor paling kencang, RAM paling besar, atau layar dengan resolusi tinggi.
ASUS melihat ada hal lain yang semakin penting bagi pengguna: seberapa tangguh perangkatnya, bagaimana layanan purnajualnya, dan sejauh mana teknologi AI benar-benar bisa membantu aktivitas sehari-hari.
Pesan itulah yang dibawa ASUS dalam gelaran ASUS Gathering Yogyakarta. Dalam acara ini, ASUS tidak hanya memamerkan sejumlah perangkat terbaru, tetapi juga memperkenalkan pendekatan mereka terhadap kualitas perangkat, layanan konsumen, hingga ekosistem AI PC.
ASUS sendiri mengklaim telah 13 tahun memimpin pasar laptop Indonesia dan menyandang posisi sebagai No.1 Brand Laptop di Indonesia. Klaim tersebut menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan kepada komunitas, media, dan para undangan yang hadir.
Bukan Cuma Laptop, ASUS Juga Bawa Aksesori yang Lebih Personal

Begitu masuk ke area acara ASUS Gathering Yogyakarta di Artotel Suites Bianti, pengunjung langsung menemukan deretan perangkat ASUS lengkap dengan area demo.
Namun, ada satu bagian yang cukup menarik perhatian: ASUS Accessories, melalui konsep “Pick Your Vibe“.
ASUS mencoba membawa aksesori laptop ke arah yang lebih personal. Aksesori tidak lagi harus identik dengan warna hitam, abu-abu, atau desain yang terlihat kaku.
Pendekatan tersebut terlihat dari pilihan warna pada beberapa perangkat ASUS Vivobook.
Jajaran laptop seperti ASUS Vivobook 14 dan ASUS Vivobook Go 14 hadir dengan pilihan tiga warna yang dirancang untuk menyesuaikan karakter penggunanya.
Menariknya, konsep tersebut tidak berhenti pada laptop.
ASUS juga menghadirkan aksesori dengan warna yang dibuat senada.
Ada ASUS Marshmallow Keyboard (KW100) dan ASUS Marshmallow Mouse (MD100) yang menggunakan koneksi nirkabel dan desain ringkas. Keduanya memiliki tombol yang silent dan tersedia dalam tiga pilihan warna pastel:
- Lilac Mist Purple
- Quiet Blue
- Sage Green
Bagi pengguna yang menghabiskan banyak waktu di depan laptop, ASUS juga membawa ASUS SmartO Mouse (MD200).
Mouse ini dirancang dengan bentuk ergonomis, dilengkapi sandaran ibu jari serta sensor berpresisi tinggi. Target penggunaannya cukup luas, mulai dari bekerja, mengerjakan tugas kuliah, hingga menggarap proyek kreatif.
Pilihan warna aksesori yang dibuat senada dengan laptop terbaru menunjukkan satu hal: ASUS mulai menempatkan aksesori bukan sekadar sebagai perangkat tambahan, tetapi sebagai bagian dari ekosistem dan gaya hidup pengguna laptop.
Mengapa Yogyakarta Penting bagi ASUS?

Dalam sesi utama, Davina Larissa, Country Marketing Manager ASUS Indonesia, menjelaskan bahwa Yogyakarta menjadi salah satu kota yang wajib dikunjungi ASUS ketika memperkenalkan atau melakukan showing produk-produk terbarunya.
Kali ini, ASUS Gathering Yogyakarta menggandeng media, membawa pesan “No.1 Quality & Service”.
Pesan tersebut kemudian diperjelas oleh Brama Setyadi, Head of Public Relations & Digital ASUS Indonesia.
Menurut Brama, kualitas dan layanan bukan sekadar slogan pemasaran. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah ketangguhan perangkat melalui konsep:

“Tested Tough, Protects Better.”
Konsep tersebut kemudian ditunjukkan melalui sejumlah fitur dan demonstrasi yang menjadi bagian dari acara.
ASUS Mulai Mendorong Ekosistem AI PC

Selain ketangguhan dan layanan, isu yang tidak kalah menarik adalah bagaimana ASUS mempersiapkan jajaran produknya menghadapi era AI PC.
ASUS menyebut laptop seperti Zenbook, Vivobook S Series, dan ProArt telah dibekali Neural Processing Unit atau NPU.
Performanya disebut mencapai 50+ TOPS, bahkan hingga 80 TOPS pada varian tertinggi. ASUS juga menyebut angka tersebut berada jauh di atas standar minimum Copilot+ PC yang ditetapkan Microsoft.
Lalu, apa gunanya NPU bagi pengguna?
Secara sederhana, keberadaan NPU memungkinkan sebagian beban kerja AI ditangani secara khusus sehingga prosesor dapat lebih fokus pada pekerjaan lain.
Pembagian beban tersebut juga dapat membantu efisiensi penggunaan baterai sekaligus menjaga performa ketika laptop menangani pekerjaan yang lebih berat.
ASUS turut menghadirkan tombol Copilot khusus pada keyboard untuk mempermudah pengguna mengakses asisten AI ketika dibutuhkan.
141 Service Center dan Perlindungan hingga 3 Tahun

Spesifikasi memang penting ketika memilih laptop. Tetapi bagi orang yang menjadikan laptop sebagai perangkat kerja utama, layanan purnajual juga tidak kalah penting.
Bayangkan ketika laptop bermasalah, tetapi akses untuk mendapatkan bantuan teknis justru sulit.
Karena itu, ASUS menjadikan layanan purnajual sebagai salah satu bagian penting dalam pesan No.1 Quality & Service.
ASUS menyebut memiliki 141 service center di Indonesia. Selain itu, tersedia pula International Warranty di lebih dari 90 negara, sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk sejumlah lini produk, termasuk Vivobook, ROG, dan TUF, ASUS juga menawarkan skema 2Y & 2Y Upgrades, sesuai ketentuan produk dan program yang berlaku.
Perlindungan purnajual yang ditawarkan juga mencakup program full protection hingga tiga tahun pada produk atau program tertentu, termasuk International Warranty dan Accidental Damage Protection.
ASUS juga menampilkan beberapa perlindungan tambahan, seperti 100% Replacement untuk accessories serta layanan On-Service untuk Desktop-AIO, tentunya sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.
ASUS Premium Service untuk Pengguna Kelas Premium

Untuk pengguna lini premium, ASUS juga memiliki ASUS Premium Service.
Layanan ini ditujukan untuk sejumlah produk seperti Zenbook, ProArt, dan laptop ROG.
Ada beberapa fasilitas tambahan yang ditawarkan.
Pertama, free round-trip shipping. Pengiriman perangkat pergi dan kembali ditanggung ASUS sesuai ketentuan layanan.
Kemudian ada Laptop Spa, yaitu layanan pembersihan dan perawatan ringan secara gratis.
Ada pula Fastlane, yang memberikan prioritas dalam proses mendapatkan layanan perbaikan.
Fasilitas seperti ini terutama relevan bagi pengguna profesional dan kreator yang mengandalkan laptop sebagai perangkat kerja utama. Sebab, semakin lama perangkat berada dalam kondisi tidak bisa digunakan, semakin besar pula potensi gangguan terhadap produktivitas.
Empat Fitur AI ASUS yang Dibawa ke Era AI PC
ASUS tidak hanya berbicara mengenai AI dari sisi hardware.
Dalam ekosistem perangkat terbarunya, ASUS juga mulai menghadirkan sejumlah fitur dan aplikasi berbasis AI yang dirancang untuk membantu pekerjaan pengguna.
StoryCube
StoryCube merupakan fitur AI untuk pengelolaan aset digital.
Fungsinya membantu pengguna mengelola sekaligus mengorganisasi berbagai aset digital secara otomatis.
Bagi pengguna yang memiliki banyak foto, video, atau file digital, pendekatan seperti ini dapat membantu proses pengelolaan konten menjadi lebih praktis.
ASUS Virtual Assistant OMNI
Berikutnya ada ASUS Virtual Assistant OMNI.
ASUS memperkenalkannya sebagai asisten pintar lokal yang dapat membantu produktivitas, termasuk dalam kebutuhan pencarian informasi dan dokumen.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kemampuannya untuk beroperasi sepenuhnya secara offline.
Dengan pendekatan tersebut, ASUS menyebut OMNI dirancang untuk menjaga privasi data pengguna sekaligus tetap responsif ketika tidak tersedia koneksi internet.
MuseTree
Untuk kebutuhan kreatif, ada MuseTree.
Fitur ini menggunakan on-device generative AI untuk membantu proses ideasi visual dan pembuatan sketsa.
Artinya, AI tidak hanya diarahkan untuk pekerjaan administratif, tetapi juga mulai masuk ke proses kreatif.
Zenni Claw Agentic AI
Kemudian ada Zenni Claw Agentic AI.
Berbeda dengan chatbot AI biasa, konsep yang dibawa adalah guided AI workflow.
Platform ini diarahkan untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai kebutuhan secara bertahap, mulai dari pekerjaan, perjalanan, hingga perencanaan aktivitas sehari-hari.
Selain fitur-fitur tersebut, ASUS juga menawarkan Google AI Experience gratis selama tiga bulan bagi pengguna yang memenuhi ketentuan program.
Dari sini terlihat bahwa persaingan laptop mulai bergeser.
Jika sebelumnya pertarungan banyak berkutat pada prosesor, RAM, layar, dan penyimpanan, kini pengalaman penggunaan dan kemampuan AI mulai menjadi bagian dari persaingan baru industri PC.
Laptop ASUS Diinjak dan Ditindih Beban 100 Kg

Bagian yang paling menarik perhatian peserta mungkin justru datang dari demonstrasi ketangguhan perangkat.
ASUS menyebut perangkatnya telah melalui pengujian berdasarkan standar MIL-STD 810H, termasuk Extreme Testing Procedures, untuk menguji ketangguhan dan daya tahan perangkat dalam berbagai kondisi.
Dalam acara tersebut, Reza Pahlawan melakukan demonstrasi durabilitas secara langsung.
Laptop ASUS tidak hanya ditampilkan melalui slide presentasi.
Perangkat tersebut benar-benar diuji di hadapan peserta.
Laptop diinjak dan kemudian ditindih menggunakan barbel dengan beban mencapai 100 kilogram.
Hasilnya, laptop tersebut masih dapat berfungsi normal setelah demonstrasi.
Demo ini menjadi pembuktian visual terhadap pesan “Tested Tough” yang sebelumnya disampaikan ASUS.
Namun, tentu perlu dicatat bahwa demonstrasi ekstrem tersebut tidak otomatis menggambarkan seluruh kondisi yang mungkin dialami laptop dalam penggunaan sehari-hari.
Dari sisi komunikasi produk, bagaimanapun, demonstrasi tersebut memberikan gambaran langsung mengenai pesan ketangguhan konstruksi yang ingin disampaikan ASUS.
Kahoot Jadi Penutup, Tiga Peserta Bawa Pulang G-Shock
Setelah sesi presentasi dan demonstrasi produk selesai, suasana acara dibuat lebih santai.
ASUS mengajak peserta mengikuti permainan dan kuis menggunakan Kahoot.
Peserta harus berlomba menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat.
Pada akhirnya, tiga peserta berhasil membawa pulang jam tangan G-Shock, dengan total nilai hadiah sekitar Rp7 juta.
Dua di antaranya merupakan blogger dari Yogyakarta.
ASUS dan Arah Baru Persaingan Laptop di Indonesia

ASUS Gathering di Yogyakarta pada akhirnya bukan hanya soal memperkenalkan produk baru.
Ada pesan yang lebih besar yang ingin disampaikan ASUS.
Persaingan laptop saat ini mulai bergerak ke arah yang lebih luas. Tidak cukup hanya menghadirkan spesifikasi tinggi.
ASUS mencoba membangun proposisi yang menggabungkan beberapa aspek sekaligus:
- kualitas perangkat
- ketangguhan
- layanan purnajual
- perlindungan konsumen
- aksesori dan ekosistem
- serta pengalaman berbasis AI
Melalui pesan No.1 Quality & Service, ASUS menempatkan kualitas dan layanan sebagai bagian penting dari pengalaman menggunakan perangkat.
Di saat yang sama, jajaran AI PC yang mereka bawa menunjukkan bagaimana perusahaan tersebut mempersiapkan produknya menghadapi perubahan pola penggunaan komputer.
Dengan kata lain, pertarungan laptop ke depan bukan hanya mengenai siapa yang memiliki spesifikasi paling tinggi, tetapi juga mengenai bagaimana perangkat tersebut digunakan dalam kehidupan nyata.
Dan dari apa yang ditampilkan ASUS Gathering Yogyakarta, setidaknya ada tiga hal yang ingin mereka jadikan bagian penting dari ekosistem laptop mereka ke depan: hardware yang tangguh, layanan purnajual yang luas, dan fitur AI yang semakin terintegrasi.
FAQ ASUS di Era AI PC
Apa yang dimaksud dengan ASUS No.1 Quality & Service?
ASUS No.1 Quality & Service merupakan kampanye ASUS yang menekankan tiga aspek utama, yaitu kualitas dan ketangguhan laptop, cakupan layanan purnajual, serta perlindungan bagi konsumen.
Apakah semua laptop ASUS memiliki standar MIL-STD 810H?
Tidak semua model.
ASUS menyebut pengujian MIL-STD 810H diterapkan pada produk ASUS tertentu. Jenis pengujian yang dilakukan juga dapat berbeda sesuai dengan perangkat.
Berapa jumlah ASUS Service Center di Indonesia?
ASUS menyebut memiliki 141 Service Center di Indonesia dalam program Quality & Service yang mereka komunikasikan pada 2026.
Cakupan dan jenis layanan dapat berbeda berdasarkan produk dan program yang berlaku.
Apa itu ASUS Zenni Claw?
ASUS Zenni Claw merupakan platform agentic AI yang dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan workflow secara bertahap.
Penggunaannya mencakup kebutuhan pekerjaan, aktivitas sehari-hari, perjalanan, hingga proyek kreatif.
Apa saja fitur AI yang tersedia pada laptop ASUS terbaru?
Beberapa solusi AI yang dibawa ASUS dalam ekosistem perangkatnya antara lain StoryCube, OMNI Virtual Assistant, MuseTree, dan Zenni Claw.
Masing-masing memiliki fungsi berbeda, mulai dari pengelolaan aset digital, produktivitas, ideasi visual, hingga workflow berbasis agentic AI.






Leave a Comment